Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

Diet Setelah Melahirkan

Diet Setelah Melahirkan



Diet Setelah Melahirkan. Olahraga setelah melahirkan agar tubuh bagian perut langsing lebih menarik, maka banyak melakukan olahraga dan diet setelah melahirkan. Salah satu masalah yang kerap mendatangi wanita pasca melahirkan memang berat badan yang naik secara drastis dan tubuh yang menggemuk. Belum lagi perut dan lengan yang terlihat menggelambir karena tumpukan lemak. Atasi masalah itu dengan Diet Setelah Melahirkan

Demi mendapatkan bentuk tubuh langsing seperti sedia kala, diet ketat dan olahraga keras pun dilakukan. Ada yang berhasil tapi banyak pula yang gagal. Menurut pakar diet Mara Newman, normalnya berat badan wanita bisa naik antara 11 kg hingga 16 kg selama dan pasca melahirkan dan itu masih terbilang sehat.

Meski begitu, tetap saja wanita ingin memiliki berat badan ideal dan bentuk tubuh ideal, atau setidaknya tubuh kembali seperti sebelum punya anak. Kabar baiknya, setiap wanita kemungkinan bisa tubuhnya kembali normal seperti dulu. Dan kabar kurang baiknya, perlu waktu cukup lama dan kesabaran tinggi untuk itu. Ini beberapa tips penting bagi Anda yang ingin melangsingkan tubuh setelah melahirkan, dikutip dari Livestrong.

1. Jangan Langsung Nge-gym
Dr. Michael Johnson, spesialis OB/GYN di University of California, Los Angeles mengatakan tidak perlu terburu-buru latihan di gym untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal dengan segera pasca melahirkan. Selama kehamilan, volume darah meningkat sedikitnya 15 persen. Jadi sangat wajar jika tubuh membengkak. Kondisi tubuh yang belum terlalu pulih justru bisa menimbulkan masalah kesehatan yang baru.

"Wanita sering merasakan cincin di jarinya lebih sempit saat hamil, itu lebih sering diakibatkan volume darah yang meningkat," ujar Dr. Johnson.

Cairan yang membuat tubuh terlihat gemuk ini akan berkurang segera setelah kelahiran melalui urin. Biasanya, urin akan keluar sangat banyak antara dua sampai tujuh hari dan berat badan pun berkurang sedikit demi sedikit.

2. Pasang Target yang Rasional
Perlu diingat, yang Anda harapkan adalah tubuh yang kembali normal seperti sebelum melahirkan, bukan lebih kecil atau lebih langsing. Jadi jangan berharap terlalu muluk-muluk untuk mendapatkan tubuh bak model catwalk jika bentuk tubuh Anda sedari awal sudah berbentuk pear atau apel. Waktu paling cepat untuk mengembalikan bentuk tubuh pasca melahirkan adalah enam hingga tujuh bulan; dilakukan dengan diet sehat dan olahraga teratur. Jangan melakukan diet ekstrem karena tubuh Anda memerlukan banyak nutrisi untuk masa pemulihan dan menyusui bayi.

3. Tak Perlu Khawatir Perut Buncit
Perut yang buncit dan kendur menjadi salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan sehabis melahirkan. Hal ini sangat wajar, karena jaringan sel dinding perut pasti memanjang seiring bertumbuhnya janin saat masih di kandungan. Proses perut untuk kembali normal biasanya memakan waktu tiga sampai enam bulan pasca kelahiran. Jadi percuma saja jika Anda melakukan olahraga situp atau crunch sebanyak apapun --dengan harapan perut bisa kembali rata dengan segera.

"Anda bisa melakukan situp dan crunch sepanjang hari tapi tidak akan menghasilkan apa-apa. Harus sabar dan harapannya rasional," tambah Dr. Johnson.

4. Pilih Olahraga yang Tepat
Pasca melahirkan, bukan berarti Anda boleh bermalas-malasan. Tetap lakukan aktivitas fisik yang berfokus pada pergerakan tubuh secara keseluruhan. Latihlah postur tubuh pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Saat duduk dan menyusui, jaga posisi punggung tetap lurus. Bisa juga mengenakan alat bantu seperti korset bila tubuh terasa tegang.

Sebaiknya setelah melahirkan hindari olahraga berintensitas tinggi seperti lari dan jogging, setidaknya delapan minggu setelah melahirkan. Pilih latihan yang lebih ringan misalnya berenang atau sepeda santai. Tubuh langsing dambaan semua wanita.

Penyebab Tubuh Kurus

Penyebab Tubuh Kurus

 

 Tubuh Kurus. Apakah anda mempunyai Tubuh Kurus ? Ternyata tubuh kurus banyak diminati oleh pria dan wanita, lihat saja kenyataannya, pria dan wanita yang sibuk buka buka artikel mengenai cara untuk turunkan berat badan. mereka sibuk buka di internet ataupun buku yang berhubungan dengan tubuh kurus atau turunkan berat badan .

Ada yang asyik berusaha untuk mendapatkan tubuh kurus , di sisi lain tidak sedikit juga wanita yang perlu untuk menaikkan berat badan. Sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang kesulitan menaikkan berat badan. Mau tau cara membuat tubuh kurus ?

Penyebab mengapa Anda tubuh kurus bisa kesulitan menaikkan berat badan adalah :

1. Makanan
Penyebab tubuh kurus Karena Anda tidak cukup makan. Jangan bergantung pada makanan ringan dan soda untuk dapat menaikkan berat badan Anda. Jangan juga karena tinggi lemak Anda jadi mengonsumsi junk food terlalu banyak agar bisa menaikkan berat badan. Pilih makanan tinggi energi dan padat nutrisi. Contoh sederhana, alpukat dan kacang-kacangan, demikian yang dilansir Magforwoman.

Jika pekerjaan Anda menuntut penggunaan fisik yang cukup banyak, maka penting juga untuk meningkatkan asupan makanan untuk mengisi energi yang sudah banyak dikeluarkan. Anda dapat meningkatkan camilan sehat seperti buah-buahan, yogurt, sereal, milkshake, atau suplemen makanan lainnya.


2. Pekerjaan
Namun banyak juga diantara yang mengalami tubuh kurus secara genetik. Ini berarti bahwa tubuh tidak akan pernah memiliki kecenderungan untuk menambah berat badan. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah meningkatkan asupan karbohidrat. Makanlah setidaknya 3 kali sehari dan tingkatkan asupan cairan Anda, namun hindari asupan cairan terlalu banyak pada saat jam makan.

Tubuh kurus  memang dipandang bagi sebagian orang menimbulkan sedikit rasa minder, mereka takut dikira sebagai orang yang banyak pikiran, kurang makan karena ngirit atau tidak punya cukup uang, atau penyakitan. Jangan sampe dech . . . . . . karena tubuh kurus dikira karena beberapa hal itu.

Senin, 10 Desember 2012

Bahaya Suplemen Vitamin


Bahaya Suplemen Vitamin yang dikonsumsi oleh banyak orang belum diketahuinya. Dibalik manfaat suplemen vitamin ternyata banyak bahaya dibalik itu semua.

Banyak orang yang memilih mengonsumsi vitamin, mineral atau suplemen diet tertentu karena ketiganya dianggap sebagai salah satu cara aman agar Anda tetap fit. Namun suplemen semacam ini ternyata tak seaman yang Anda bayangkan.

Majalah Consumer Reports pun menggelar investigasi melalui wawancara, tinjauan sejumlah studi dan menganalisis beberapa efek samping suplemen vitamin yang dilaporkan pada FDA AS. Dari keseluruhan data tersebut, Consumer Reports pun menemukan 10 bahaya tersembunyi yang ada pada vitamin, mineral atau suplemen lainnya yang juga bisa Anda simak seperti dilansir dari cbsnews, Jumat (3/8/2012) berikut ini.

1. Suplemen itu bukannya bebas risiko
Menurut Consumer Reports, FDA mendapatkan laporan 6.300 orang yang mengalami efek samping serius berkaitan dengan penggunaan suplemen diet antara tahun 2007 hingga bulan April 2012. Selain itu ada 10.300 kasus efek samping serius, 2.100 kasus pengguna yang harus diopname, 1.000 kasus cedera atau menderita penyakit serius, 900 kasus pengguna masuk UGD dan 115 kasus meninggal dunia akibat penggunaan suplemen.

Meski begitu untuk menanggapi laporan ini, FDA tak serta-merta menarik sejumlah suplemen dari pasaran. Untuk sementara, FDA telah melarang penggunaan satu bahan suplemen yaitu ephedrine alkaloid yang diketahui berimplikasi terhadap sejumlah dampak yang merugikan, termasuk kematian.

Solusi:
Bukalah situs FDA dan ketik nama suplemen yang sedang Anda konsumsi untuk mengetahui apakah suplemen itu mendapatkan peringatan dari FDA atau telah ditarik dari pasaran. Namun bagi orang-orang yang sudah terlanjur mendapatkan reaksi negatif dari suplemen sebaiknya segera menemui dokter dan melaporkan kasus itu pada FDA.

2. Sejumlah suplemen itu sebenarnya obat resep
Sejak 2008, FDA telah menarik sekitar 400 produk suplemen dari pasaran, sebagian besar merupakan produk untuk bodybuilding (pembentukan otot), penurunan berat badan dan peningkatkan performa seksual.

Banyak dari produk yang ditarik itu mengandung bahan aktif yang sama dengan obat-obatan yang diresepkan seperti sildenafil (Viagra) dan sibutramine (obat penurun berat badan Meridia yang ditarik dari pasar pada 2010 karena menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke). FDA pun telah menerima laporan adanya kasus gagal ginjal, pembekuan darah dalam paru-paru serta kematian yang dikaitkan dengan suplemen yang telah terkontaminasi dengan bahan obat-obatan.

"Produk penambah performa seksual palsu biasanya diklaim bisa berfungsi selama 20-45 menit. Ketika Anda mengetahui ada produk yang membuat klaim seperti itu dan melebihi kemampuan suplemen diet pada umumnya maka bisa jadi produk ini palsu," ungkap Dr. Dana Fabriucant, direktur divisi program suplemen diet FDA.

Solusi:
Ingin menurunkan berat badan? Cobalah diet dan olahraga. Ingin punya badan berotot? Cobalah latihan berat dan bagi mereka yang mengalami masalah di ranjang, berkonsultasilah ke dokter karena kondisi ini bisa saja disebabkan masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau gangguan ginjal.

3. Anda bisa saja overdosis vitamin
Hanya karena ini suplemen, bukan berarti Anda tak bisa mengalami overdosis. Vitamin A, D, E dan K dalam dosis besar dapat menyebabkan masalah kesehatan dan bisa mengganggu konsumsi obat-obatan resep pada seseorang.

Terlalu banyak vitamin A (dalam bentuk retinol) bisa menyebabkan gagal hati atau bahkan kematian, sedangkan pada wanita hamil akan berisiko cacat lahir. Selain itu, kebanyakan asupan vitamin D mengakibatkan penurunan berat badan yang tidak sehat, nyeri tulang, muntah, diare dan masalah otot.

Overdosis vitamin E bisa meningkatkan risiko pendarahan, terutama bagi orang-orang yang tengah mengonsumsi obat pengencer darah sedangkan terlalu banyak vitamin K juga berbahaya karena bisa mendatangkan penyakit hati atau ginjal. Overdosis zat besi dari suplemen juga merusak fungsi organ dan menyebabkan kematian jika tidak diobati.

Lagipula sebenarnya tidak sulit untuk meminum suplemen melebihi dosis yang direkomendasikan. Misalnya, seorang wanita yang mengkhawatirkan kondisi tulangnya bisa jadi mengonsumsi suplemen kalsium, minum multivitamin yang mengandung kalsium dan makan sereal yang diperkaya kalsium dengan susu sekaligus. Dengan pola seperti ini maka wanita itu akan cepat mencapai batasan kalsium harian yaitu 2.000 miligram. Padahal terlalu banyak kalsium dalam tubuh bisa menyebabkan batu ginjal.

Solusi:
Jumlahkan seluruh paparan suplemen harian total Anda, mulai dari makanan hingga vitamin lalu cek asupan harian yang direkomendasikan untuk Anda agar bisa dipastikan Anda tak mengonsumsi nutrisi terlalu banyak.

4. Anda tak bisa bergantung pada label peringatan
Suplemen yang mengandung zat besi harus memberi peringatan pada labelnya karena suplemen ini bisa berisiko menyebabkan keracunan fatal pada anak-anak, namun FDA menganggap suplemen tak perlu diberi label. Meski begitu, sejumlah perusahaan memilih untuk tetap menempelkannya pada kemasan suplemen.

Consumer Reports meninjau beberapa label dari 14 jenis suplemen yang terdiri dari 233 produk dari sejumlah toko di New York City dan menemukan banyak inkonsistensi. Beberapa suplemen memberikan peringatan jika Anda pernah mengidap kondisi medis tertentu sebelumnya namun tidak memberikan keterangan spesifik tentang kondisi medis yang dimaksud. Label suplemen lain menyebutkan adanya efek samping yang mungkin terjadi tanpa memberikan detail efek samping seperti apa.